Isu mengenai lonjakan utang PT PLN (Persero) yang disebut meningkat hingga Rp156 miliar per hari menjadi sorotan publik. Angka tersebut dinilai sangat besar dan memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan BUMN kelistrikan itu di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal dan ekonomi nasional.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menanggapi isu tersebut dengan nada skeptis. Ia menyebut angka kenaikan utang tersebut “sulit diterima akal sehat” jika tidak disertai penjelasan yang transparan dan data keuangan yang jelas. Menurutnya, publik perlu memahami konteks utang, termasuk untuk apa dana tersebut digunakan dan bagaimana proyeksi kemampuan bayar PLN ke depan.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari PLN terkait validitas angka tersebut. Pengamat menilai klarifikasi terbuka sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar dan masyarakat.