Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150.000/Kg, Pasokan Langka

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150.000/Kg, Pasokan Langka

0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

Makin Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 150.000/Kg, Pasokan Langka

Jakarta – Kabar buruk menghampiri dapur ibu rumah tangga hari ini, Selasa (16/12/2025). Harga cabai rawit merah di pasar tradisional wilayah Jabodetabek mendadak “menggila”. Pedagang membanderol komoditas pedas ini dengan harga fantastis, yakni menembus Rp 150.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini sangat mengejutkan pembeli. Padahal, harga normal biasanya hanya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kilogram. Kenaikan drastis ini membuat suasana pasar menjadi lesu.

Pembeli Menjerit, Pedagang Bingung

Ibu-ibu yang biasa berbelanja di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, langsung mengeluhkan kondisi ini. Mereka terpaksa mengurangi jumlah belanjaan secara drastis. Warga kini hanya mampu membeli cabai dalam hitungan ons, bukan lagi kiloan.

“Biasanya beli seperempat kilo buat stok seminggu. Sekarang cuma berani beli satu ons. Itu pun harganya sudah Rp 15.000, mahal sekali,” keluh Suryani, seorang pembeli.

Pedagang sayur pun ikut pusing. Omzet mereka turun tajam karena pembeli menahan diri. Pedagang takut stok cabai mereka akan membusuk jika tidak segera laku terjual.

Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem

Para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengungkap biang kerok kenaikan harga cabai rawit ini. Mereka menyebut pasokan dari petani daerah sentra produksi macet total.

Hujan deras yang mengguyur tanpa henti menyebabkan bencana bagi sektor pertanian. Banjir merendam lahan cabai di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kiriman dari Brebes dan Kediri kosong hari ini. Petani di sana mengalami gagal panen. Tanaman cabai mereka busuk terendam air,” ujar Pak Dedi, salah satu agen sayur mayur.

Warteg dan Pengusaha Kuliner Terpukul

Dampak kenaikan harga cabai rawit ini merembet ke sektor usaha kuliner. Pemilik warung Tegal (Warteg) dan penjual ayam geprek menghadapi dilema berat. Sambal merupakan menu wajib bagi lidah orang Indonesia.

Mereka tidak mungkin menghilangkan menu sambal. Namun, menaikkan harga makanan juga berisiko membuat pelanggan kabur. Akhirnya, banyak pengusaha kuliner memilih strategi bertahan. Mereka terpaksa mengurangi porsi sambal atau mencampurnya dengan tomat agar lebih hemat.

Masyarakat kini berharap pemerintah segera turun tangan. Kementerian Perdagangan harus segera menggelar operasi pasar murah untuk menstabilkan harga sebelum libur Natal dan Tahun Baru tiba.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%