Aceh — Penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan yang patut dicatat. Setelah beberapa hari difokuskan pada evakuasi dan bantuan darurat, kini akses darat ke sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi telah dibuka kembali untuk kendaraan umum. Pembukaan jalur ini diharapkan mempercepat distribusi bantuan serta mobilitas warga dan petugas di lapangan.

baca juga seputar berita lainnya disini
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh mengumumkan bahwa 366 puskesmas di 18 dari 23 kabupaten/kota terdampak sudah berfungsi kembali. Fasilitas kesehatan ini mulai melayani masyarakat secara bertahap setelah sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan dan tertimbunnya lumpur di beberapa lokasi. Meski masih ada puluhan puskesmas yang belum beroperasi, pemulihan layanan kesehatan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
Namun, kondisi masyarakat di lokasi terdampak tetap menantang. Jumlah korban bencana secara keseluruhan di Sumatera termasuk Aceh terus mengalami peningkatan dan pencarian masih berlangsung di beberapa titik. Hingga dua hari lalu, total korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan mencapai lebih dari 1.068 orang, dengan puluhan masih hilang.
Pemerintah pusat bersama aparat daerah dan relawan terus memperkuat operasi bantuan, termasuk penyediaan kebutuhan pokok serta langkah mitigasi lanjutan agar dampak bencana dapat diminimalkan. Warga diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah.
